Pemprov Kepri Targetkan Investasi Merata di 7 Kabupaten dan Kota

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura (Roland/ Presmedia.id)
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura (Roland/ Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID-Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menargetkan investasi di provinsi Kepri akan tumbuh secara merata di tujuh kabupaten dan kota di Kepri.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan pemerataan investasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota serta pemerintah pusat.

Menurutnya, iklim investasi yang baik penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Harapan investasi secara menyeluruh di tujuh kabupaten dan kota di Kepri berjalan merata. Sehingga tidak hanya terfokus di Kota Batam, Bintan dan Karimun,” kata Nyanyang, Senin (10/8/2026).

Anambas dan Natuna Fokus Investasi Migas dan Kelautan

Nyanyang mengatakan, setiap daerah di Kepri memiliki potensi investasi yang berbeda. Karena itu, pengembangan investasi akan disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.

Untuk Kabupaten Kepulauan Anambas dan Natuna, pemerintah akan mendorong investasi yang berkaitan dengan sektor minyak dan gas (migas) serta kelautan.

Sementara di Kabupaten Lingga, pemerintah tengah mendorong proses hilirisasi melalui Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya di sektor pertanian.

“Ini juga menjadi perhatian dari pemerintah pusat,” jelas Nyanyang.

Ia mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses pengembangan investasi tersebut. Sejumlah proyek masih dalam tahapan pengurusan perizinan.

Investasi Silika di Lingga Masih Berproses

Selain sektor pertanian, investasi silika juga menjadi salah satu potensi yang tengah didorong di Kabupaten Lingga.

Nyanyang berharap proses perizinan dapat segera diselesaikan sehingga investasi tersebut dapat mulai direalisasikan.

“Dengan adanya investasi silika di Lingga akan berjalan juga, mudah-mudahan secepatnya dapat berinvestasi,” pungkasnya.

Target Investasi Kepri 2026 Capai Rp86 Triliun

Sebelumnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan realisasi investasi di Kepri pada 2025 mencapai Rp57 triliun.

Angka tersebut disebut telah melampaui target dalam RPJMD yang ditetapkan sebesar Rp47 triliun, atau mencapai sekitar 137 persen.

Atas capaian tersebut, target investasi Kepri pada 2026 dinaikkan menjadi Rp86 triliun.

“Karena capaian kita tinggi, maka target 2026 dinaikkan menjadi Rp86 triliun. Ini target tertinggi di Sumatera, jadi kita harus bekerja lebih keras,” ujar Ansar.

Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Kepri mendorong percepatan sejumlah proyek investasi strategis di berbagai wilayah.

Beberapa di antaranya adalah pengembangan kawasan ekonomi di BP Batam, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Poto, Bintan, serta rencana pengembangan kawasan industri di Pulau Numbing.

Lingga Jadi Salah Satu Fokus Investasi

Selain Batam dan Bintan, Kabupaten Lingga juga menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pengembangan investasi.

Salah satu proyek yang didorong adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) PT Tianshan Aluminium Indonesia (TAI).

Saat ini, proses realisasi KEK tersebut masih berjalan, termasuk pembahasan mengenai lahan antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Laut.

Di sisi lain, sektor industri rumput laut di Dabo Singkep juga mulai berkembang dengan masuknya investor dari Jawa Barat.

“Pengembangan ini melibatkan banyak tenaga kerja, terutama ibu-ibu, dan diharapkan bisa berkembang hingga 5.000 hektare,” jelas Ansar.

Pemprov Kepri Siapkan Infrastruktur Pendukung

Untuk mendukung masuknya investasi, Pemprov Kepri juga menyiapkan sejumlah infrastruktur penunjang.

Salah satunya pembangunan pelabuhan Roll On-Roll Off (RoRo) di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Anambas, pemerintah daerah telah menandatangani kontrak produksi rumput laut hingga 300 ribu ton. Proyek tersebut selanjutnya akan memasuki tahap pembibitan.

Ansar menilai pengembangan sektor rumput laut memiliki dampak ekonomi yang besar, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Dengan berbagai proyek strategis tersebut, Pemprov Kepri optimistis target investasi sebesar Rp86 triliun pada 2026 dapat tercapai.

Pemerintah tidak hanya mengejar nilai investasi, tetapi juga ingin memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Pemerataan investasi di tujuh kabupaten dan kota diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri.

Penulis:Roland
Editor :Redaktur

Tinggalkan Balasan