
PRESMEDIA.ID, Bintan – Sebanyak 394 orang warga Bintan, masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) selama lebaran idul Fitri 1445 Hijriah di Bintan.
Namun dari jumlah warga yang masuk IGD RS ini, 47 orang diantaranya adalah korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang mengalami luka-luka.
“Dari diagnosa penyakit yang dilakukan dokter di RS, paling tinggi adalah pasien yang mengalami luka berat dan ringan sebanyak 47 orang. Mereka semua adalah korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas),” kata Direktur RSUD Bintan dr Bambang Utoyo Rabu (17/4/2024).
Selain pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas, ratusan pasien lainnya yang masuk IGD RS juga disebabkan penyakit sindrom dispepsia dengan jumlah pasien 46 orang penyakit ini menyebabkan gejala tidak nyaman pada bagian perut seperti perut terasa penuh, kembung, sakit perut, dan nyeri ulu hati .
Penyakit ketiga dari diagnosa dokter pada 36 pasien diakibatkan penyakit Observasi Febris (OF) atau demam.
“Namun untuk mengetahui penyebab demam pada pasien ini apakah akibat cuaca dan kondisi atau karena DBD masih didiagnosa, sehingga diperlukan pemantauan dalam mencari solusinya,” katanya.
Biasanya lanjut Bambang, pada pasien yang menderita demam, panas dan suhu tubuh lebih dari 37°celecius. Dan pasien yang menderita demam ini banyak menyerang bayi, anak-anak hingga dewasa.
Kemudian penyakit lain yang diderita pasien berdasarkan diagnosa dokter adalah akibat Asma bronkial yaitu kelainan berupa inflamasi atau peradangan kronis saluran pernapasan yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus.
“Penyakit ini membuat penderitanya diserang batuk, mengi, sesak napas, sesak dada dan yang menderita akibat penyakit ini ada 34 orang yang ditangani di IGD,” katanya.
Diagnosa terakhir yaitu pasien penderita hipertensi. Penyakit tekanan darah tinggi atau tekanan darah yang melebihi batas normal ini berpotensi meningkatkan resiko serangan jantung dan gagal jantung. Untuk penyakit ini telah ditangani sebanyak 14 orang di IGD.
“Jadi 394 orang yang masuk IGD menderita 5 jenis penyakit tersebut. Kini mereka ada yang rawat inap dan juga rawat jalan,” ucapnya.
Penulis: Hasura
Editor : Redaksi













