Gubernur Tekanakan OPD di Kepri Percepat Realisasi Anggaran Triwulan Pertama APBD 2022

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat melakukan evaluasi pelaksanaan kegitaan triwulan ke I APBD 2022 Kepri
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat melakukan evaluasi pelaksanaan kegitaan triwulan ke I APBD 2022 Kepri

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mendorong seluruh OPD di Pemprov Kepri segera melaksanakan kegiatan agar serapan APBD 2022 bisa segera berjalan.

Menurutnya, merujuk arahan Mendagri terkait percepatan realisasi anggaran, dalam 4 triwulan, setidaknya dapat terealisasi 25 persen setiap triwulan-nya.

“Di triwulan I ini masih dalam proses persiapan, namun saya harap serapan dapat lebih baik dari triwulan 1 tahun lalu. Saya yakin Presiden Jokowi di akhir triwulan 1 ini akan kembali menyorot capaian masing-masing provinsi,” ungkapnya saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan (PKP) APBD 2022 bersama OPD Pemprov Kepri di Ruang Rapat Utama Lantai 4 Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (21/2/2022).

Ia juga menekankan, pada triwulan 1 ini, selain anggaran untuk gaji, percepatan realisasi anggaran bantuan-bantuan sosial juga dapat dipercepat. Karena berkaitan pula dengan percepatan pemulihan ekonomi.

“Mari kita dorong mana yang dapat dipercepat sejauh cashflow memungkinkan. Jangan terlalu kecil karena nanti presedennya menjadi tidak baik. Dinas-dinas yang ada pagu anggaran untuk bantuan ke masyarakat agar digesa,” kata Ansar.

Ditambahkan Ansar, capaian serapan anggaran Pemprov Kepri pada 2021 lalu mencapai angka 94 persen dan menduduki peringkat 4 nasional. Oleh karena itu, ia megucapkan berterima kasih kepada seluruh OPD atas kinerja tahun lalu meskipun sempat terseok-seok mengejar capaian realisasi tersebut.

“Saat itu kita sempat kesulitan karena ada beberapa hal seperti penyesuaian Perkada, penyesuaian SIPD, penataan instrumen. Di tahun ini, dengan adanya restrukturisasi dan persiapan yang lebih baik, saya kira capaian tahun ini harus lebih baik,” imbuhnya.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan Biro Perekonomian dan Pembangunan, hingga 18 Februari 2022, rekapitulasi pendapatan yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer, dan Pendapatan Lain yang Sah sudah terealisasi sebesar Rp 249 miliar atau 7,17 persen dari target sebesar Rp 3,480 triliun.

Sedangkan rekapitulasi belanja daerah yang terdiri dari Belanja Operasional, Belanja Modal, Belanja Tak Terduga, dan Belanja Transfer sudah terealisasi sebesar Rp 69,5 miliar atau 1,80 persen dari target sebesar Rp 3,870 triliun.

Penulis :Ismail
Editor   :Redaksi