Ini Kata Dirut RSUD Bintan Mengenai Keluhan Warga Tentang Pelayanan dan Obat Kosong di RS

RSUD Bintan
RSUD Bintan

PRESMEDIA.ID, Bintan – Direktur Utama (Dirut) RSUD Kabupaten Bintan, Bambang Utoyo mengatakan akan segera membenahi seluruh pelayanan terutama terkait ketersediaan obat-obatan dan sistem pendaftaran di rumah sakit Daerah (RSUD) Bintan.

Hal itu dikatakan, menanggapi sejumlah keluhan warga Bintan atas buruknya pelayanan RSUD Bintan itu sebagaimana di keluhkan masyarakat.

Bambang mengatakan, obat-obatan dari rumah sakit yang diberikan pada pasien yang berobat di RSUD, harusnya semua gratis. Sebab, “Berobat Gratis” merupakan program unggulan pemerintah Kabupaten Bintan.

Hanya saja lanjut Bambang, untuk persediaan pasien, obat dengan resep dokter yang diberikan di RSUD hanya untuk dikonsumsi pasien selama sepekan. Sementara sisanya, pasien diminta untuk mengambil di Apotek Kimia Farma yang telah melakukan kerja sama dengan RSUD Bintan.

“Obat yang diberikan di rumah sakit untuk seminggu saja. Sementara sisanya lagi, diambil di Apotek Kimia Farma. Tapi tidak dipungut biaya alias masih gratis,” ujar Bambang, Senin (22/5/2023).

Sistem pengambilan obat di Apotek Kimia Farma lanjut Bambang, juga sudah ada sebelum dia menjabat sebagai Dirut RSUD Bintan.

Namun mengenai mekanisme kerjasama, Bambang mengaku belum mengetahui secara rinci kerja sama antar kedua belah pihak dalam penyediaan obat-obatan tersebut dan hal itu akan segera ditelusuri.

“Kemudian untuk obat berdasarkan resep dokter yang dikeluhkan pasien sering kosong di Apotek Kimia Farma, hal ini akan segera kami dulukan dan minta klarifikasi ke Kimia Farma. Sehingga pasien tidak lagi membeli di apotek lain,” jelasnya.

Sedangkan terkait masalah penumpukan pasien yang mendaftar di RS. Pihaknya akan segera mensosialisasikan jadwal dan jam keberadaan dokter di RS ke masyarakat. Sehingga masyarakat yang ingin berobat dan mendaftarkan diri bisa mengetahui jam berapa dokter spesialis yang akan menanganinya masuk dan ada di RSUD.

“Hal ini perlu disosialisasikan, sehingga warga yang mau berobat dan membutuhkan dokter spesialis tidak datang pada pagi, Karena pelayanan dokter spesialis itu buka pada sore hari,” ujarnya.

Pengaturan jadwal dokter specialis ini lanjutnya, terjadi di Poli Jantung dan Poli Paru yang dibuka setiap hari pada pukul 15.00 WIB. Karena, pada pagi hari dokternya itu masih bertugas di RSAL Tanjungpinang dan jadwal waktu pelayanan di RSUD Bintan ditetapkan pada sore hari.

“Tapi yang terjadi selama ini pasien tetap mendaftarkan dirinya pagi. Akibatnya terjadi penumpukan dengan pasien yang berobat di Poli lain,” ujarnya.

Sedangikan Poli Jantung dan Paru sebutnya, bisa daftar Jam 12 siang karena jam buka dan pelayanan dokternya, terjadwal pada jam 1 siang.

Selama ini lanjutnya, pendaftaran di rumah sakit sudah dilakukan secara online. Aplikasi online itu milik BPJS Kesehatan yang langsung koneksi dengan rumah sakit. Maka solusi agar tidak terjadi penumpukan, pihaknya akan membuat jadwal pelayanan masing-masing Poli. Dengan begitu pasien dapat mengetahui waktu pendaftaran dan nomor antriannya.

“Ini solusi yang akan kami lakukan dulu. Selain itu, kita akan duduk bersama pihak BPJS Kesehatan dan Kimia Farma pada Kamis (25/5/2023) mendatang,” pungkasnya.

Berita Sebelumnya :

Penulis: Hasura
Editor  : Redaktur